Sorotan jejak investigasi com ACEH – Memasuki hari ketiga hari raya, antusiasme masyarakat mengunjungi sanak saudara di dalam jeruji besi mencapai puncaknya. Guna menjamin layanan tetap prima dan bebas dari penyimpangan, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, melakukan maraton monitoring ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Timur Aceh pada 22-23 Maret 2026.
Tidak tanggung-tanggung, enam titik krusial disambangi dalam dua hari, meliputi Lapas Narkotika Langsa, Lapas Langsa, Lapas Idi, Lapas Lhoksukon, Lapas Lhokseumawe, hingga Lapas Bireuen.
Mengawali tinjauannya di loket pendaftaran, Yan Rusmanto menegaskan bahwa hari raya bukanlah alasan untuk mengendurkan pengawasan. Ia memeriksa langsung alur administrasi guna memastikan tidak ada celah bagi praktik pungutan liar (pungli).
"Layanan kunjungan ini adalah hak masyarakat dan warga binaan. Saya tidak ingin mendengar ada biaya tambahan sepeser pun. Semua harus berjalan sesuai SOP, transparan, dan humanis," tegas Yan Rusmanto di sela-sela kegiatannya.
Di area penggeledahan, Kakanwil menginstruksikan petugas untuk memperketat pemeriksaan barang bawaan. Ia meminta petugas P2U (Pengamanan Pintu Utama) menjadi benteng pertama yang tidak bisa ditembus oleh barang-barang terlarang seperti narkoba maupun alat komunikasi ilegal.

Bukan hanya soal keamanan, aspek kesejahteraan warga binaan juga menjadi sorotan. Yan Rusmanto menyempatkan diri mengecek kelayakan menu makanan di dapur serta kesiapan tenaga medis di klinik Lapas.
"Kesehatan dan konsumsi warga binaan adalah prioritas. Meski ini hari libur nasional, petugas medis dan petugas dapur tidak boleh lengah. Pastikan menu yang disajikan sesuai ketentuan dan kebersihan area tetap terjaga," tambahnya.

Suasana haru sempat terlihat saat Kakanwil berbincang langsung dengan keluarga warga binaan di ruang kunjungan. Ia mendengarkan testimoni masyarakat mengenai kualitas layanan selama momen Lebaran ini. Interaksi ini dilakukan untuk memastikan bahwa Standar Pelayanan Publik benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Menutup rangkaian kunjungannya, Yan Rusmanto memberikan pengarahan khusus kepada seluruh jajaran di wilayah Timur Aceh. Ia menekankan tiga poin utama: Integritas, Kewaspadaan Dini, dan Pelayanan Prima.
"Saya apresiasi dedikasi petugas yang tetap siaga di saat yang lain berkumpul dengan keluarga. Namun ingat, jangan lengah. Lakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Jaga integritas kalian, karena satu kesalahan kecil bisa merusak citra institusi yang kita bangun," pungkasnya.

Zainal