Oknum TNI Pangkat Merah Halangi Wartawan Konfirmasi Laporan Gangguan Lalu Lintas Akibat Angkutan Batubara di Teluk Bagus

 SOROTANJEJAKINVESTIGASI.COM,-INDRAGIRI HILIR, Riau – Aksi oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkat merah memicu kontroversi di Desa Teluk Bagus, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Ahad (15/2/2025). Individu tersebut dengan tegas dan gaya yang angkuh menghalangi tim media yang hendak melakukan konfirmasi terkait laporan masyarakat tentang gangguan lalu lintas akibat aktivitas angkutan batubara di Jeti Batubara PT. Global Energi Lestari (GEL).
 
Sebelumnya, tim media menerima laporan dari warga setempat yang mengeluhkan kondisi lalu lintas di wilayah tersebut yang semakin memburuk. Menurut para warga, jalan yang sudah sempit ditambah dengan arus truk batubara yang sangat padat membuat kelancaran perjalanan warga terganggu parah. Banyak warga yang mengaku kesulitan bergerak, baik untuk keperluan sehari-hari maupun aktivitas penting lainnya, akibat tumpukan truk batubara yang terus-menerus melintas di jalan yang tidak memadai tersebut.
 
Merespons laporan yang valid dari masyarakat, tim media pun memutuskan untuk mendatangi lokasi guna melakukan verifikasi dan konfirmasi langsung kepada pihak perusahaan yang berwenang. Namun, harapan untuk mendapatkan jawaban yang jelas pupus seketika saat tim media tiba di lokasi. Tanpa basa-basi, oknum TNI berpangkat merah itu langsung menghadang langkah tim media dengan sikap yang sangat tidak ramah.
 
"Kalian mau apa! Ngak bisa masuk!" gertak oknum tersebut dengan nada tinggi dan wajah yang marah, seolah-olah memiliki wewenang mutlak untuk menutup akses informasi di wilayah tersebut.
 
Melihat sikap oknum TNI yang tidak profesional, salah satu wartawan mencoba menjelaskan dengan tenang maksud dan tujuan kedatangan tim media. Wartawan tersebut menegaskan bahwa kedatangan mereka hanya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan yang berkompeten terkait keluhan warga, bukan untuk tujuan lain yang tidak baik. Namun, penjelasan yang jelas dan logis itu tidak didengar oleh oknum TNI tersebut.
 
Lagi-lagi, dengan gaya yang sok berkuasa dan seolah-olah menjadi "jenderal" di wilayah itu, oknum TNI tersebut kembali melarang tim media untuk masuk dan melakukan konfirmasi. Aksi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya disembunyikan sehingga akses informasi harus ditutup secara paksa oleh oknum yang seharusnya menjaga keamanan dan ketertiban, bukan menghalangi hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran?
 
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak TNI terkait aksi oknum tersebut. Masyarakat dan pihak media pun berharap agar pihak berwenang segera menindaklanjuti insiden ini agar keadilan dan transparansi dapat terwujud, serta hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dapat terpenuhi tanpa ada hambatan dari pihak manapun.