THE LEGEND 120 Kembali Turun ke Jalan, Soroti Kebijakan Pemkot Makassar

SOROTANJEJAKINVESTIGASI.COM THE LEGEND 120 kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balaikota Kota Makassar, menyuarakan aspirasi terkait sejumlah kebijakan dan program pemerintah daerah yang dinilai merugikan masyarakat menengah ke bawah. Di bawah terik matahari, massa aksi menyampaikan berbagai tuntutan yang dianggap mendesak untuk segera ditindaklanjuti.

Salah satu poin utama dalam aksi tersebut adalah penolakan terhadap penggusuran pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai berkedok penataan kota. Para demonstran menilai relokasi yang dilakukan di beberapa wilayah Kota Makassar hingga kini masih mengambang dan belum memiliki solusi yang jelas bagi para pedagang terdampak. Mereka meminta pemerintah menghentikan sementara proses relokasi serta memberikan kepastian nasib bagi PKL yang telah tergusur.

Selain itu, massa aksi juga menggugat proyek pakaian sekolah gratis yang dinilai mandek dan belum merata bagi anak-anak yang membutuhkan. Program yang sedianya membantu masyarakat kurang mampu tersebut disebut belum terealisasi secara optimal. 

Tak hanya itu, mereka juga menyoroti persoalan iuran sampah gratis bagi pemilik bangunan dengan daya listrik 900 VA yang di lapangan masih ditemukan adanya oknum yang tetap melakukan pungutan terhadap warga yang seharusnya tidak dikenakan biaya.

Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah pembangunan sirkuit dan stadion di Kota Makassar. Para pemuda menilai dua fasilitas tersebut dapat menjadi pilar penting dalam menjaga kota tetap damai, aman, dan sejahtera melalui pembinaan generasi muda. Hingga saat ini, Makassar belum memiliki sirkuit resmi bertaraf nasional maupun internasional yang dapat digunakan untuk kompetisi balap, sehingga keberadaannya sangat dinantikan khususnya oleh pecinta otomotif.

Sementara itu, rencana pembangunan stadion di wilayah Untia disebut telah memasuki tahap Tender Manajemen Konstruksi (MK). Tahapan ini menjadi perhatian serius para pemuda yang berkomitmen mengawal proses pembangunan agar proyek tersebut benar-benar terealisasi dan tidak kembali tertunda.

Sekretaris Kesbangpol Kota Makassar, Ibrahim Chaidir Said, yang menemui massa aksi menyampaikan bahwa pemerintah menyepakati sejumlah tuntutan yang disampaikan. 

Ia menyatakan akan menahan proses relokasi yang mengancam PKL yang belum tergusur serta segera menghadirkan solusi bagi pedagang yang telah terdampak. Terkait program baju sekolah gratis, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah memasukkan laporan ke kejaksaan untuk memeriksa rekanan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut. 

Aspirasi mengenai sirkuit dan stadion pun, menurutnya, akan ditindaklanjuti dan disampaikan langsung kepada Wali Kota Makassar.

Di sisi lain, Ketua Legend 120, Muh. Rusdi, mengaku belum sepenuhnya puas dengan pernyataan yang disampaikan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi lanjutan apabila kesepakatan yang telah disampaikan tidak memiliki tindak lanjut konkret.

“Jujur untuk puas sama sekali belum, karena kita akan menunggu bagaimana perkembangan selanjutnya. Jika belum ada perkembangan dalam waktu dekat ini, maka kami seluruh massa aksi menyepakati akan melakukan aksi lanjutan terkait masalah ini,” ujar Rusdi.

Aksi ini menjadi penegasan bahwa partisipasi publik, khususnya dari kalangan pemuda, masih menjadi elemen penting dalam mengawal kebijakan dan program pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat luas.


(Zul)