Pasca Kunjungan Idul Fitri,Lapas Lhokseumawe Laksanakan Razia Blok Hunian Warga Binaan

Sorotan jejak investigasi com Lapas kelas IIA Lhokseumawe, Suasana pagi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe tampak berbeda. Usai momen kunjungan khusus Hari Raya Idul Fitri, jajaran petugas bergerak cepat melaksanakan penggeledahan rutin di kamar hunian warga binaan,23,03,2026.

Kegiatan ini menjadi langkah tegas sekaligus preventif untuk memastikan kondisi lapas tetap aman dan terkendali pasca meningkatnya aktivitas kunjungan.

Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan humanis, namun tetap mengedepankan ketelitian dan kewaspadaan tinggi. Setiap sudut kamar hunian diperiksa dengan cermat guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Lapas Kelas IIA Lhokseumawe berkomitmen menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga binaan. Penggeledahan menjadi bagian penting dari deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib, sekaligus bentuk perlindungan agar warga binaan terhindar dari dampak negatif yang dapat merugikan diri mereka sendiri.
Di balik kegiatan penggeledahan, terdapat sentuhan pembinaan yang tidak kalah penting. Para warga binaan diberikan pengarahan dan penguatan agar tetap optimis menjalani masa pidana. Mereka diajak untuk menjaga perilaku, membangun sikap positif, serta memanfaatkan setiap program pembinaan sebagai jalan menuju perubahan yang lebih baik.
Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe bersama Ka.KPLP, Kasi Kamtib, dan Kasi Binadik turun langsung memberikan arahan kepada warga binaan, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan.

“Jalani masa pidana dengan baik, jaga sikap, dan terus berperilaku positif. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan hak-hak integrasi seperti remisi, pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), dan cuti menjelang bebas (CMB) dapat diraih secara maksimal,” tegas Kalapas.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata komitmen Lapas Kelas IIA Lhokseumawe dalam menjaga keamanan sekaligus membangun harapan. Di balik tembok pembinaan, semangat perubahan terus ditumbuhkan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan kembali ke tengah keluarga dengan masa depan yang lebih baik.

Zainal