Sorotan jejak investigasi com ACEH TIMUR – Aktivitas penagihan kredit kendaraan oleh debt collector di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur dinilai meresahkan. Banyak warga yang hingga kini masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi setelah musibah banjir melanda sejumlah wilayah. Minggu, 8 Maret 2026.
Tokoh masyarakat Aceh Timur, T. Munzir alias Ampon Munzir, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia menilai penagihan yang tetap dilakukan kepada masyarakat korban banjir sangat tidak tepat dan tidak mencerminkan rasa empati terhadap kondisi warga yang sedang tertimpa musibah.
Menurut Ampon Munzir, saat ini sebagian masyarakat masih mengalami kesulitan besar untuk kembali bangkit secara ekonomi. Banyak rumah warga yang rusak bahkan hanyut terbawa arus banjir, sementara peralatan rumah tangga dan harta benda lainnya juga hilang.
“Sebagian masyarakat saat ini tidak memiliki apa-apa lagi. Rumah rusak, peralatan rumah tangga hilang, bahkan ada yang kehilangan tempat tinggal. Dalam kondisi seperti ini seharusnya ada kebijakan kemanusiaan dari pihak perusahaan pembiayaan,” ujar Ampon Munzir.
Sejumlah warga juga mengeluhkan kedatangan debt collector yang tetap melakukan penagihan kredit sepeda motor, meskipun masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat bencana tersebut.
Kondisi ini membuat masyarakat merasa terbebani, karena sebagian dari mereka bahkan belum memiliki penghasilan kembali setelah aktivitas ekonomi terhenti akibat banjir.
Ampon Munzir berharap perusahaan pembiayaan dapat menunjukkan kepedulian dengan memberikan keringanan kepada masyarakat korban banjir, seperti penundaan pembayaran atau restrukturisasi kredit hingga kondisi ekonomi warga kembali stabil.
Ia juga meminta pemerintah daerah untuk turun tangan dan mencari solusi agar masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak semakin terbebani dengan kewajiban kredit di tengah situasi yang sulit.
“Dalam situasi bencana seperti ini, langkah kemanusiaan sangat dibutuhkan. Masyarakat perlu diberi kesempatan untuk memulihkan kehidupan mereka terlebih dahulu sebelum kembali menjalankan kewajiban finansial,” tegasnya.
Masyarakat Aceh Timur berharap adanya perhatian dari semua pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana dan tidak menambah beban bagi warga yang sedang berjuang bangkit pasca bencana banjir.
Za
