SOROTANJEJAKINVESTIGASI.COM MAROS, SULSEL – Dalam upaya menciptakan proses rekruitkmen anggota Polri yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Maros gencar melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi QR Pelayanan Pengaduan Propam.
Kegiatan sosialisasi aplikasi layanan pengaduan ini digelar di Aula Promoter Polres Maros dan diikuti oleh seluruh peserta calon siswa yang telah mendaftar rekruitmen anggota Polri.
Langkah inovatif ini merupakan wujud komitmen Polres Maros dalam mendukung prinsip Betah (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam setiap tahapan rekrutmen anggota Polri.
Kasi Propam Polres Maros AKP Zulkarnaen, S.E menyampaikan bahwa penggunaan sistem QR Code ini dirancang untuk memudahkan masyarakat, khususnya para calon pendaftar, calon siswa, dalam melaporkan segala bentuk kecurangan atau pelanggaran yang terjadi di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan adanya sistem pelaporan berbasis QR Code ini, masyarakat dapat langsung memberikan aduan atau informasi jika menemukan indikasi percaloan maupun pungutan liar selama proses rekruitmen berlangsung,” ujarnya , Selasa (31/3/2026).
Keunggulan Sistem QR Pengaduan diantaranya keamanan data terjamin sebab Identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya oleh pihak Propam, aduan yang masuk akan langsung terpantau oleh sistem dan segera ditindaklanjuti oleh petugas Propam.
"Masyarakat cukup memindai (scan) barcode yang telah dipasang di berbagai titik strategis di lingkungan Mapolres Maros maupun melalui media sosial resmi Polres" ungkapnya.
Lebih lanjut, pihak Propam menegaskan bahwa tidak ada biaya apa pun dalam proses seleksi masuk Polri. Mereka mengimbau kepada seluruh orang tua calon peserta dan masyarakat luas agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan materi.
“Jangan tergiur oleh janji oknum yang mengaku bisa menjamin kelulusan. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan persiapkan fisik serta mental dengan sebaik-baiknya. Jika ada yang mencoba menjadi calo, segera laporkan melalui aplikasi QR kami,” tambahnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, sekaligus menutup ruang bagi oknum-oknum yang ingin mencoreng integritas proses seleksi penerimaan anggota Polri di wilayah hukum Polres Maros.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait pengaduan, dapat langsung datang ke Kantor Pelayanan Propam Polres Maros atau memantau akun media sosial resmi Polres Maros untuk mendapatkan akses QR Code tersebut.
